KENAPA ALLAH KUMPULKAN KITA DI BLOG INI ?

MANGGARAI & PAJAK MANUSIA

Masyarakat Manggarai Tempo Doeloe
Masyarakat Manggarai Tempo Doeloe

Hegemoni kesultanan Bima atas Manggarai berlangsung lima abad lamanya, hingga berakhir tahun 1926 penyerahan kekuasaan sepenuhnya pada Hindia Belanda yg diwakili zelfbestur setempat.

Para budak diatas kapal menuju Batavia
Para budak diatas kapal menuju Batavia

Selain proses asimilasi kebudayaan Bima di Manggarai, hubungan keduanya mempunyai sejarah kelam yaitu Teki Mendi sebuah penyetoran pajak manusia pada Sultan oleh para Dalu, hal tersebut berlangsung hingga pertengahan abad 19 (lihat catatan Braam Moris).

Kantor lurah Manggarai di Jakarta Selatan
Kantor lurah Manggarai di Jakarta Selatan

Para Dalu atau kepala desa setempat di Manggarai ada dibawah kekuasaan seorang Naib yg mewakili politik sultan Bima. Para Naib diangkat dari seorang saudara atau sepupu sultan yang diletakkan di Pota atau Reo sebagai central diplomat, wilayah koloni kesultanan Bima.

Lalu oleh sultan Bima "pajak manusia" tersebut dijadikan komoditi perdagangan yang disebut "budak". Sultan Bima yg paling intens melakukan perdagangan budak adalah Sultan Abdul Kadim (1751-1773). Sang sultan sangat merajai perdagangan budak di wilayah timur hingga di Batavia beliau sangat dikenal, keuntung penjualan budak membuat pundi-pundi kekayaan sultan terus bertambah (lihat Nuryahman Pelabuhan Ende).

Sekitar tahun 1760 budak Manggarai paling dicari, karena sangat kuat dan cekatan, hingga permintaan pasar mengharuskan sultan untuk suplai budak lebih banyak. Penampungan budak sultan Bima di Batavia dinamakan Manggarai nama asal tempat tinggal para budak, salah satu gudang budak yg sangat besar kala itu di Batavia.

Budak-budak suplay dari Bima, sangat diseleksi, jikapun ada yg cacat atau tidak memenuhi kriteria pasaran, budak-budak tersebut dijual murah atau dibuang (budak cacat) disalah satu pegunungan bagian barat pinggiran teluk Bima (beberapa narasumber sejarah 70-an mengatakan demikian).

Gudang budak sultan Bima di Batavia atau kini Jakarta, sekarang menjadi wilayah kelurahan Manggarai, kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Comments